Menemukan ‘Ikigai’ di Tengah Tantangan

2 minutes, 33 seconds

Bulan Juni 2018 tahun lalu, @iBiGDigital resmi berdiri dan kami membuka kantor baru kami di BSD. Awal mula kami berdiri, kami memiliki beberapa rencana dalam business plan yang kami buat. But things didn’t go as planned. Kami mengalami kendala dalam hal cash flow, pengembangan terlambat dan sebagainya. Kami membutuhkan solusi cepat di mana kami tidak membutuhkan cost yang tinggi untuk memulai, belum banyak kompetitor dan dibutuhkan oleh market. Duh!

The Aha Moment!

Orang – orang berkata seringkali ‘the aha moment‘ itu datang tiba – tiba tanpa kita sengaja cari. And I find this true in my case. Lalu ada juga yang berkata ‘ilham sering ditemukan ketika sedang nongkrong di WC’ (kalau kamu belum pernah dengar ya karena orang yang bilang itu adalah s a y a lol). Suatu siang di WC itulah ada 1 gambar tercetus di pikiran. Gambar itu kira – kira spt ini:

Pengertian Ikigai

Ikigai

Hem ucu uga ya. And mulailah saya menggabungkan yang saya suka, skill yang saya kuasai dan berpengalaman di dalamnya, serta yang market butuhkan dan mau bayar (butuh bukan berarti market kita mau bayar untuk itu loh). Andd hasilnya:

  • Passion: coding, anak – anak.
  • Skill & Pengalaman: coding.
  • Market needs: pendidikan.

Gabungin 3 hal itu dannn … Voala! @ibigacademy tercetus. Persaingan yang semakin berat di masa depan serta kebutuhan akan teknologi yang semakin berkembang membuat skill coding semakin dibutuhkan. Di situlah iBiG Academy hadir sebagai tempat kursus coding anak di BSD.

Metode Belajar Coding yang Fun

Emang bisa anak – anak diajarin coding? Jawabannya: BISA!

Berbeda dengan jaman waktu saya kuliah, di mana waktu itu kami belajar coding bahasa alien dengan layar hitam putih atau biru kuning yang bikin sakit mata, di iBiG Academy kami menggunakan metode belajar yang fun di mana anak – anak akan belajar coding menggunakan blok kode, just like playing puzzle!

And it turns out the kids like it! Anak – anak suka karena bagi mereka ini seperti bermain game, tetapi di balik itu, mereka sebenarnya sudah belajar basic coding seperti sequence, conditional, looping, dll.

Reward Terbesar: Kepuasan / Satisfaction

Dari yang awalnya hanya berusaha mencari solusi cash flow, kemudian berkembang menjadi sebuah passion. It’s amazing melihat anak – anak itu sudah bisa menciptakan suatu animasi ataupun game menggunakan kemampuan basic programming sedari usia muda. Suatu waktu bahkan kami melakukan interview sederhana kepada anak – anak itu, seperti apa passion mereka, apa mimpi mereka, etc. And ada 1 anak yang menjawab ‘saya mau menjadi shadow’ yang singkatnya, ia mau menjadi programmer tetapi tanpa diketahui orang – orang bahwa dia yang membuat itu semua! Dia tidak mau panggungnya, dia hanya mau orang – orang menikmati hasil kerjanya. Dan dari ngobrol dengan anak – anak itulah saya mengembangkan visi iBiG Academy menjadi:

Creating the Creators of the Future

A Vision by iBiG Academy

Kami berharap anak – anak yang kami didik akan menjadi pencipta di masa depan. Mereka akan membuat game, software, app dll yang akan memenuhi kebutuhan orang banyak.

So, itulah bagaimana saya menemukan kesamaan antara apa yang saya suka, skill, pengalaman dan apa yang market butuhkan. Hopefully you will find yours too & please feel free to share 🙂

Calvin

Hi, I'm a minimalist (wannabe) & a techpreneur. I teach kids coding @ibigacademy & I also do digital marketing @ibigdigital.

There are 0 comments .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *